Showing posts with label Ekonomi Dan Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Dan Bisnis. Show all posts

Wednesday, 31 August 2016

SG Berharap pada Infrastruktur

Kuasai Pasar Semen 68 Persen

SURABAYA – Perusahaan semen sangat berharap para proyek infrastruktur khususnya jalan tol yang dicanangkan pemerintah. PT Semen Gresik salah satunya. Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu yang berimbas pada stangnansi pertumbuhan penjualan, membuat anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini berharap banyak para proyek infrastruktur.

Kepala Departemen Penjualan Semen Gresik, Bambang Djoko mengatakan, proyek infrastruktur saat ini memang menjadi tumpuan. Terbukti, penjualan SG tumbuh signifikan di kawasan Jawa Tengah dengan adanya percepatan proyek Brebes Exit (Brexit) untuk menopang jalur mudik pada Lebaran mendatang.

“Di sana semen curah SG tumbuh 10 persen. Di proyek itu, memang menggunakan produk kami,” ujar Bambang di sela-sela Business Gathering Semen Gresik untuk Area Jatim 1 di Surabaya, Selasa (30/08) malam.

SG juga berharap para proyek jalan tol yang ada di Jatim. Tercatat ada banyak proyek jalan tol seperti Pasuruan – Probolinggo, Probolinggo – Banyuwangi sepanjang 170 kilo meter, Pandaan – Malang sepanjang 130 kilometer dan Legundi – Gresik.

“Tahun depan baru terasa pertumbuhannya di Jawa Timur, setelah proyek-proyek itu jalan. Kita berharap segera dilakukan. Karena sisa waktu lima bulan ke depan,” tambahnya.

Bambang mengakui, jika kondisi saat ini sangatlah berat. Perekonomian masih belum pulih seperti tahun-tahun sebelumnya. Penjualan sama seperti tahun lalu, sudah cukup bagus bagi produsen semen di tanah air. “Apalagi persaingan semakin kencang. Banyak merek baru bermunculan,” tandasnya.

Namun beruntung, SG yang berbasis di Jawa Timur, masih memegang share terbesar di wilayahnya. Di Jatim, SG memegang 73 persen dari total penjualan semen hingga Juli 2016.

“Area Jatim I ini kita masih rendah dibanding daerah lain. Jatim I masih 68 persen. Ini memang area pertaruhan, banyak pesaing,” tukasnya.

Karena itu tidak mengherankan jika SG berusaha untuk terus mendekatkan diri pada pelanggannya khususnya distributor sebagai ujung tombang penjualan. Business Gathering Semen Gresik salah satu yang selalu dilakukan tiap tahun.

Business Gathering di area Jatim 1 untuk tahun ini dikemas berbeda dan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perseroan senantiasa menelusuri kebutuhan distributor dan toko, salah satunya adalah bekal dalam berbisnis.

Perseroan menghadirkan tokoh motivator dan coach bisnis Indonesia, Tung Desem Waringin untuk memberikan sesi Business Inspiration. Selain itu, video inspirasi dari Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali juga disiarkan untuk menambah semangat para mitra penjualan dalam berbisnis.

 “Apresiasi kepada pelanggan ini adalah salah satu program untuk menjaga loyalitas seluruh mitra penjualan dan upaya memperkuat jaringan pemasaran. Kami berharap program ini dapat memacu dan meningkatkan kontribusi para pemilik toko yang merupakan mitra utama penjualan bagi perusahaan,” jelas Bambang.

Di tengah maraknya pemain semen baru di Indonesia, penjualan Semen Gresik di area Jawa Timur I periode Januari hingga Juli 2016 menembus 534.415 ton, naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan ini, Semen Gresik menguasai pasar mayoritas, yakni 68 persen.  (end)


Baca Lengkapnya → SG Berharap pada Infrastruktur

BI Gandeng Pengusaha Angkutan Sukseskan GNNT

Syarifuddin Bassara, Direktur BI Regional Jatim (kanan)
SURABAYA – Syarifuddin Bassara, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, membuka sosialisasi dan edukasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada  para  pengusaha angkutan & komunitas otomotif di kota Surabaya dan sekitarnya. Dihadiri Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Aris Yudha Legawa, GM PT Jasa Marga Cab Surabaya-Gempol, Raddy R. Lukman, Senior Vice President  Bank Mandiri, Abdul Rosid dan Susatyo Anto Budiyono, dan pejabat Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Subhan Wahydiono.

Syarifuddin Bassara Direktur BI mengatakan acara ini merupakan salah satu bentuk penggalakan dan implementasi penggunaan pembayaran secara non tunai kepada masyarakat, khususnya pembayaran penggunaan jasa jalan tol di gardu-gardu tol.

“Sebagai otoritas sistem pembayaran, misi Bank Indonesia adalah mengelola dan memelihara sistem pembayaran dan pengelolaan uang yang aman, efisien, dan lancer,” jelasnya.

Syarifuddin Bassara menambahkan perluasan elektronifikasi pembayaran dan penggunaan instrumen non tunai diharapkan dapat membentuk sistem pembayaran yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPw Bank Indonesia Jawa Timur adalah mendorong implementasi non tunai di jalan tol di wilayah Jawa Timur.

“Penggunaan uang elektronik pada pembayaran jalan tol sudah dimulai beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, jumlah transaksi dengan menggunakan mode tersebut masih sangat minim. Transaksi dengan menggunakan uang elektronik tercatat masih dibawah 10 persen,” jelasnya.

Meskipun demikian, transaksi non tunai di jalan tol secara nasional berada dalam tren yang meningkat, dari 29.044 transaksi/hari di tahun 2009 menjadi 496.212 transaksi/hari di tahun 2015. Masih rendahnya share transaksi non tunai pada transaksi jalan tol tentu perlu ditingkatkan, mengingat Bank Indonesia saat ini telah mengeluarkan izin penerbitan uang elektronik kepada + 20 (dua puluh) penerbit, baik dari Bank maupun lembaga Non Bank.

“Produk pun beragam dari chip based (kartu) maupun server based (hp/nomor telepon). Jumlah instrumen uang elektronik secara nasional hingga bulan Mei 2016 tercatat lebih dari 38 juta instrument,” katanya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di jalan tol, Bank Indonesia gencar melaksanakan edukasi maupun sosialisasi kepada masyarakat. Salah satu sasaran strategis adalah penyedia jasa layanan angkutan baik angkutan barang maupun penumpang.

Sebagai pengguna jalan tol yang aktif, diharapkan pelaku usaha tersebut dapat beralih dari pembayaran tunai menjadi non tunai dengan menggunakan instrumen uang elektronik yang telah difasilitasi oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) sehingga dapat mengakselerasi  pembayaran non tunai untuk transaksi di jalan tol dan mensukseskan program GNNT. (imm)

Baca Lengkapnya → BI Gandeng Pengusaha Angkutan Sukseskan GNNT

Konsisten Garap Pasar Middle Low Teknologi High

Tingkatkan TKDN 30 Persen

SURABAYA – Persaingan produk smartphone dan tablet yang makin ketat di Indonesia tidak membuat produsen Smartphone dan tablet lokal, SPC Mobile mundur. Produsen smartphone dan tablet lokal konsisten dengan segmen pasar yang dibidiknya yaitu menengah ke bawah dengan harga produk dibawah Rp 1 juta.

Guna memacu penetrasi pasar, SPC Mobile launching tiga produk baru, yaitu tablet P5 Speed dan dua Smartphone 3G, seri S12 Mercury, dan S9 Neptune.
Chief Operating Officer DPC Mobile, Raymond Tedjokusuma, menyebutkan pihaknya tahun ini, produsen smartphone asal Indonesia itu menargetkan penjualan produknya di Jatim mampu naik hingga 15 persen.
"Penjualan SPC Mobile secara nasional mencapai 600.000 unit per bulan. Dari jumlah tersebut, Jatim mampu berkontribusi hingga 40 persen. Artinya, 200.000 produk kami terjual di Jatim setiap bulannya," jelas Raymond.
Karena itu, pihaknya fokus untuk menggenjot penjualan SPC Mobile di Jatim.  Untuk mendongkrak penjualan di segmen middle low, Raymond mengaku, segmen ini menjadi backbone atau penopang penjualan SPC Mobile.

"Dari total penjualan sebanyak 600.000 per bulan, 60 persen disumbangkan dari segmen midlow. Sedangkan 20 persen lainnya dari segmen midle atau menengah dan segmen premium. Karena itu kami fokus menggenjot pangsa pasar segmen midlow," lanjut Raymond.
Dengan peluncuran tiga produk baru, pihaknya optimis target kenaikan penjualan di Jatim hingga 15 persen bakal tercapai. Terlebih, demand dari smartphone dengan kisaran harga dibawah Rp 1 juta masih sangat tinggi.
"Kami yakin tiga produk baru ini bakal membuat Jatim berkontribusi sampai 55 persen dari total penjualan, setidaknya hingga akhir tahun nanti. Jika pasar di Jatim terkerek, penjualan SPC mobile juga ikut naik. Karena Jatim meruakan pasar terbesar SPC Mobile," imbuhnya.
Raymond mengaku optimistis segmen midlow terbaru dari SPC bakal sukses di pasaran. Pasalnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding kompetitor.
"Itu karena semua bahan dirakit dari Indonesia. TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) juga mencapai 20 persen. Kami targetkan pada tahun 2017 TKDN meningkat menjadi 30 persen. Sehingga harga bisa makin kami tekan. Dan otomatis mendongkrak penjualan," tandas Raymond.
Sementara untuk teknologinya, di tiga produk baru itu juga ditanamkan aplikasi musik yang diklaim sesuai dengan kebutuhan pasar pengguna Indonesia. Salah satunya menggandeng Nada Kita, aplikasi musik gratis yang dirancang untuk Indonesia oleh Tuned Global. Perusahaan mobile engagement yang difokuskan membantu merek yang menghubungkan pelanggan mereka dengan menambahan nilai dalam k3hidupan sehari-hari.
Con Raso, Managing Director dari Tuned Global, menyebutkan kemitraan keduanya dibangun atas visi yang sama. "Memberikan pengalaman hiburan terbaik dan terjangkau untuk pasar lokal," komentar Con Raso. (imm). 


Baca Lengkapnya → Konsisten Garap Pasar Middle Low Teknologi High

Incar Lima Besar Produk Tekstil

Ekspor

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional segera menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus masuk dalam jajaran lima besar negara eksportir TPT dunia. Sejumlah langkah akan diambil guna mendukung upaya ini yaitu dengan memberikan kemudahan kepada pelaku industri TPT bukan hanya yang akan bermain di industri  ini tapi juga yang sudah lama berkecimpung.

“Pemerintah menetapkan industri TPT sebagai salah satu sub-sektor pada industri pengolahan yang dikategorikan sebagai industri strategis dan prioritas nasional,”  kata Airlangga, kemarin.

Penempatan industri TPT sebagai industri prioritas karena selain sebagai penghasil devisa negara, industri TPT dinilai sebagai ”jaring pengaman sosial” lantaran mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.

Airlangga menjelaskan, berdasarkan data Kemenperin, sektor padat karya tersebut hingga saat ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak tiga juta orang dengan nilai investasi mencapai Rp 8,45 triliun. Selain itu, kontribusinya cukup signifikan terhadap perolehan devisa dengan nilai ekspor mencapai 12,28 miliar dolar AS pada 2015 dan menyumbang penyerapan tenaga kerja 10,6 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Namun, walaupun industri TPT dalam negeri telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional, industri ini sekarang tengah mengalami berbagai tantangan baik yang bersifat internal dan eksternal.

Untuk membentengi pelemahan industri TPT atas dampak pelemahan peekonomian dalam dan luar negeri, Kemenperin bakal memberikan beberapa insentif yang dinilai paling berpotensi mendongkrak nilai ekspor industri TPT, antara lain yaitu pembebasan pajak pertambahan nilai bagi bahan baku industri TPT yang berorientasi ekspor dan kebijakan harga gas yang berskala keekonomian.

Menurut Airlangga, pembebasan pajak pertambahan nilai bertujuan membuat produsen tekstil dan pakaian jadi beralih dari bahan baku impor ke bahan baku produksi dalam negeri. Sedangkan, gas dengan harga yang murah dapat mengurangi beban pengusaha dalam pengeluaran biaya energi karena tarif listrik yang cukup mahal. (imm)
Baca Lengkapnya → Incar Lima Besar Produk Tekstil

Wednesday, 24 August 2016

Dorong Percepatan Ekonomi Jatim

Memperkuat Sumber Pembiayaan Ekonomi


SURABAYA - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (FKEKR) dihadiri Gubernur Jawa Timur, pimpinan SKPD, pimpinan Bank dan akademisi di Provinsi Jatim. Tujuannya merumuskan upaya strategis guna mengatasi kendala pembiayaan pembangunan untuk mendorong percepatan pembangunan di Jawa Timur.
Baca Lengkapnya → Dorong Percepatan Ekonomi Jatim

Dorong Pengembang, Kurangi Biaya 70 Persen

Izin Bangun Rumah Murah Dipangkas

SURAABAYA -Pemerintah kembali mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam paket tersebut, pemerintah mengurangi izin pembangunan rumah hingga menghapuskan. Perizinan yang dihilangkan antara lain, izin lokasi dengan waktu 60 hari kerja, persetujuan gambar master plan dengan waktu 7 hari kerja, rekomendasi peil banjir dengan waktu 30-60 hari kerja.
Baca Lengkapnya → Dorong Pengembang, Kurangi Biaya 70 Persen

BRI Syariah Siapkan Sukuk Subordinasi

SURABAYA - Bank BRI Syariah sedang menyiapkan sukuk subordinasi yang direncanakan terbit pada kuartal ke tiga 2016. Pgs Sekretaris Perusahaan BRI Syariah, Indri Tri Handayani menyampaikan, BRI Syariah akan menerbitkan Sukuk Subordinasi sebesar Rp 1 triliun dan rencananya akan terbit pada November mendatang.

"Selain untuk peningkatan modal, dana hasil sukuk akan disalurkan utk pembiayaan perumahan (KPR iB), pembiayaan multiguna, pembiayaan mikro, dan pembiayaan infrastruktur," ungkap Indri.
Baca Lengkapnya → BRI Syariah Siapkan Sukuk Subordinasi

OJK Cabut Izin Tiga BPR di Jatim

SURABAYA  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur hingga Juli 2016 telah mencabut izin tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yakni BPR Syariah di Pasuruan, dan dua BPR konvensional di Sidoarjo dan Malang.
Kepala OJK Regional 4 Jatim Sukamto mengatakan selain tiga BPR juga ada beberapa BPR yang dilikuidasi, antara lain BPR Iswara Arta di Kabupaten Sidoarjo, BPR Syariah Al Hidayah di Kota Pasuruan, dan BPR Kudamas Santosa di Porong, Sidoarjo.
Baca Lengkapnya → OJK Cabut Izin Tiga BPR di Jatim

Monday, 22 August 2016

Penjualan Produk Kesehatan Meningkat

Kalbe Nutritionals Andakan Nutrive Benecol


SURABAYA – Kesadaran akan kesehatan yang terus meningkat membuat aneka jenis minuman dan makanan kesehatan menunjukkan tren positif. Salah satu pabrikan yang konsisten dan terus memperkuat produk kesehatan  yakni Kalbe Farma. Melalui salah satu divisinya, Kalbe Nutritionals memiliki portfolio pangan fungsional, melalui brandnya Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia.
Baca Lengkapnya → Penjualan Produk Kesehatan Meningkat

Dana Kelolaan Industri DPLK Jadi Rp 56,5 Triliun

SURABAYA – Seiring meningkatnya masyarakat akan pentingnya dana pensiun, total aset kelolaan industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)  juga naik signifikan. Pada semester I/2016  tumbuh 34 persen  menjadi Rp  56,5 triliun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Perkumpulan DPLK  pun menyambut optimis kebijakan Tax Amnesty yang baru digulirkan Pemerintah bisa memacu pertumbuhan dana DPLK.
Baca Lengkapnya → Dana Kelolaan Industri DPLK Jadi Rp 56,5 Triliun

Targetkan Rp 2 Triliun Sukuk Tabungan

Perbankan

JAKARTA  - Kementerian Keuangan kembali menawarkan investasi kepada masyarakat melalui pembiayaan Sukuk. Sukuk yang diterbitkan kali ini adalah Sukuk Tabungan Seri ST 001. Penerbitan ini diharap bisa menjadi opsi lain masyarakat dan investor dalam melakukan investasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, ST-001 memiliki jangka waktu dua tahun dengan tingkat imbalan mencapai 6,9 persen per tahun. Masyarakat bisa melakukan pemesanan ST 001 ini dari Rp 2 juta hingga Rp 5 miliar.
Baca Lengkapnya → Targetkan Rp 2 Triliun Sukuk Tabungan

Telkomsel Operasikan 627 BTS di Perbatasan Negara

Dukung Kedaulatan NKRI

 SURABAYA - Dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Telkomsel secara nasional telah mengoperasikan 627 base transceiver station (BTS) yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini.
Baca Lengkapnya → Telkomsel Operasikan 627 BTS di Perbatasan Negara

Pelaku UMKM Harus Masuk Bisnis online

SURABAYA – Bisnis online kini menjadi satu keharusan, termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena ketatnya persaingan di pasar global. Dasarnya pelaku UMKM memaksa pelaku harus melakukan inovasi, salah satunya adalah dengan memasarkan produknya melalui secara online.
Demikian kata Direktur E-Bisnis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Azhar Hasyim di hadapan 150 peserta Pelatihan Pengelolaan Website Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Minggu (21/8/2016) di Aula Diskominfo Jatim.
Baca Lengkapnya → Pelaku UMKM Harus Masuk Bisnis online

MyRepublic Perluas Jaringan

Telekomunikasi

KC Lai, Chief Commercial Officer MyRepublic/IMAM
SURABAYA - MyRepublic, selaku Internet Service Provider (ISP) terus memperluas pasarnya di sejumlah kota besar di Indonesia. Target hingga akhir tahun ini, MyRepublic bisa menjangkau 11 kota besar di Indonesia. Seiring penambahan coverage, MyRepublic  mencanangkan penambahan pelanggan menjadi 150 ribu pelanggan dari posisi saat ini sebesar 56 ribu pelanggan.


KC Lai, Chief Commercial Officer MyRepublic mengatakan potensi pasar Indonesia sangat besar. Kebutuhan akses internet super fast menjadi solusi dan pilihan sekaligus peluang bagi MyRepublic dalam melakukan ekspansi.
Baca Lengkapnya → MyRepublic Perluas Jaringan

Saturday, 20 August 2016

Avrist Edukasi Literasi Keuangan

 SURABAYA – PT Avrist Assurance menyelenggarakan ‘Edukasi Literasi Keuangan’ khususnya asuransi kepada masyarakat Indonesia, terutama ditujukan generasi muda. Program Edukasi Literasi telah menghampiri 10 kota di Indonesia yaitu  Balikpapan,  Medan,  Surabaya,  Makassar,  Manado,  Jambi,  Batam, Yogyakarta, Semarang danBandung.
Baca Lengkapnya → Avrist Edukasi Literasi Keuangan

Friday, 19 August 2016

4G XL Hadir di Kota Malang

Operator


 MALANG - Layanan internet cepat 4G LTE semakin memasyarakat. Semakin banyak pula masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat dari kecanggihan yang dimilikinya. Untuk memperluas layanan ini, PT XL Axiata Tbk (XL) menambah jangkauan internet tercepat 4G LTE di kota Malang dan Batu. Di awali dengan Network Rally sepanjang Kota Malang hingga Batu untuk memastikan jaringan 4G LTE XL dengan start dari Stasiun Kota Baru Malang dan finish di Museum Angkut Batu, Kamis (18/08).
Baca Lengkapnya → 4G XL Hadir di Kota Malang

Monday, 15 August 2016

Kemasan Perlu Dibenahi Bisa Tembus Pasar Global

SURABAYA – Potensi pasar produk koperasi dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) sangat besar.
Di Jatim saja tercatat ada lebih 4,5 juta pengusaha UMKM yang eksis di pasar domestic, regional dan pasar global. Hanya saja perlu pembenahan manajemen dan kemasan sehingga lebih menarik dan mampu memikat pasar global.
Kepala Dinas Koperasi &UMKM Provinsi Jawa Timur I Made Sukartha optimis produk-produk koperasi maupun UMKM mampu bersaing di pasar baik bersaing dengan produk dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Lengkapnya → Kemasan Perlu Dibenahi Bisa Tembus Pasar Global

BRI Cetak Laba Rp 12,047 Triliun

Kinerja

JAKARTA  - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan laba Rp 12,047 triliun pada kuartal II 2016 atau naik tipis dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp 11,86 triliun.
Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam pemaparan kinerja keuangan kuartal II 2016, mengatakan pertumbuhan laba ditopang kinerja positif kredit, simpanan dan pendapatan nonbunga (FBI). Sementara itu, jumlah aset BRI hingga akhir kuartal II 2016 tumbuh sebesar 16,8 persen year on year (yoy) atau menjadi sebesar Rp 872,9 triliun.
Baca Lengkapnya → BRI Cetak Laba Rp 12,047 Triliun

Thursday, 11 August 2016

Pasokan Avtur Ditambah 30%

Pertamina Sukseskan Penerbangan Haji 2016

SURABAYA  – Musim haji,  Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) harus menyediakan segala keperluan demi kelancaran ibadah haji. Salah satunya adalah menyediakan pasokan avtur sebagai bahan bakar pesawat yang akan mengangkut para jamaah calon haji (JCH) hingga sampai di tujuan yakni di Madinah dan Jeddah.

Karena itu, Pertamina MORV telah menyiapkan tambahan 30 persen pasokan bahan bakar Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan jamaah haji di embarkasi yang berada di wilayah Marketing Operation Region V yakni di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus).
Baca Lengkapnya → Pasokan Avtur Ditambah 30%

Wednesday, 10 August 2016

Tak Aktif, Koperasi Harus Dihapus

SURABAYA – Koperasi yang sudah tidak lagi aktif, harus segera dihapus. Hal ini mengantisipasi agar tidak merusak keberadaan koperasi yang masih aktif. Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia,  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di sela acara pembukaan Pameran Koperasi dan UKM di Dyandra Convention Center, Rabu (10/08).

"Saya minta, nantinya koperasi yang tidak aktif harap tidak dimasukkan ke data base, agar tidak merusak koperasi yang aktif," ucap Puspayoga.
Baca Lengkapnya → Tak Aktif, Koperasi Harus Dihapus